Jaman sekarang, ponsel sudah merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat, khususnya di perkotaan. Penyebabnya tak lain karena kemajuan teknologi serta gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis, mobile, dan menuntut kepraktisan dalam beraktivitas. Kegunaan utama ponsel yakni menelepon dan SMS. Untuk menelepon maupun SMS, kita dibebani tarif yang ditetapkan operator telekomunikasi. Dulu, tarif seluler tidak begitu disorot dan diperhitungkan karena tarif seluler saat itu masih relatif mahal.
Sekarang, dengan menjamurnya ponsel di Indonesia para operator berlomba-lomba menggaet pelanggan dengan cara mempromosikan tarif yang mereka klaim termurah. Awalnya sih enak-enak aja, tarif turun, jadi bisa menelepon dan SMS lebih puas. Tapi, belakangan terjadi perang tarif seluler yang dahsyat. Puncaknya, ketika terjadi saling ledek antar-operator. Mereka semua banting harga, tapi nyatanya tarifnya sering tidak sesuai iklan, belum lagi kualitas jaringan yang “sengaja” diturunkan supaya perusahaan tidak rugi. Ujung-ujungnya pelanggan juga yang kena. Sudah tidak terhitung pelanggan yang komplain soal pelayanan dan tarif operator yang dipakainya. Di koran, hampir setiap hari ada yang komplain di rubrik redaksi.
Lantas bagaimana? Apa gunanya tarif murah kalau jaringannya jelek dan sering putus? Memang, sudah jadi rahasia umum kalau tarif seluler tidak ada yang tanpa “tapi”. Eits, bukannya mau menyindir salah satu operator, ini memang kenyataan. Bahkan si operator yang “tanpa tapi” itu juga ada tapinya (ngertilah..). Tidak ada operator yang sempurna ibarat lagu Andra and The Backbone. Semua pasti ada kekurangannya. Misal, operator X murah, tapi cuma ke sesama operator. Operator E murah, tapi bikin repot kalau ke luar kota. Ada operator T, jaringannya luas tapi tarifnya relatif lebih mahal dari yang lain. Ada yang tarif murah dan jelas, tapi dibatasi waktu. Yah, namanya juga bisnis. Mana ada yang mau rugi? Apalagi kalau operator tersebut sudah mapan.
Nah, sekarang bagaimana menyiasati perang tarif yang tengah terjadi? Jawabannya simpel, sesuaikan dengan kebutuhan dan jangan mudah tergoda tarif murah. Kalau Anda sering menelepon, cari operator yang tarifnya relatif murah dan jaringannya bagus. Pilih operator yang tarif SMS-nya relatif murah kalau Anda gemar SMS-an. Kalau Anda masih bingung, tanya orang lain yang sudah berpengalaman soal tarif seluler. Mereka akan memberi Anda banyak masukan sehingga Anda tidak bingung lagi.